Bangkit dengan Percaya Diri: Perjalanan Melawan Kanker Payudara dan Rekonstruksi Payudara
Noraini berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia. Di usianya yang ke-46 tahun, ia dikenal sebagai pribadi yang hangat, ramah, dan penuh semangat. Senyum cerah dan sikap optimistisnya selalu membawa energi positif bagi orang-orang di sekitarnya. Namun, di balik senyumnya tersimpan perjalanan panjang melawan kanker yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Kini, setelah menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Noraini telah menikmati kondisi kesehatan yang baik selama lebih dari lima tahun tanpa tanda-tanda kekambuhan. Kisahnya menjadi bukti bahwa dengan penanganan yang tepat, harapan untuk hidup berkualitas tetap terbuka bagi pasien kanker.
Awal Diagnosis dan Perjalanan Pengobatan
Pada tahun 2003, Noraini menemukan benjolan di payudara kirinya saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Pemeriksaan lanjutan di rumah sakit di Malaysia memastikan bahwa ia menderita kanker payudara. Ia kemudian menjalani serangkaian kemoterapi yang berhasil mengendalikan penyakitnya. Setelah kondisinya membaik, Noraini kembali bekerja, bepergian ke berbagai negara, dan menikmati kehidupannya seperti sediakala.
Namun, ketenangan itu tidak berlangsung selamanya. Tiga belas tahun kemudian, tepatnya pada Desember 2016, ia mulai merasakan nyeri pada payudara kanan. Pemeriksaan menemukan massa berukuran 2,5 × 2,0 × 2,1 cm. Hasil biopsi menunjukkan Invasive Ductal Carcinoma (IDC) Grade 2 yang telah menyebar ke kelenjar getah bening. Dokter menyarankan kemoterapi dilanjutkan dengan operasi. Namun, Noraini masih ragu apakah prosedur tersebut dapat memberikan hasil yang benar-benar ia harapkan. Keraguan itulah yang mendorongnya mencari pilihan pengobatan lain di luar negeri.
Mencari Harapan Baru
Singapura menjadi tujuan pertama Noraini dalam mencari alternatif pengobatan. "Selama di sana saya menjalani 18 kali kemoterapi dan dua kali terapi radioisotop. Tumornya memang mengecil, tetapi penyakit saya tidak pernah benar-benar hilang." Pengalaman tersebut membuatnya merasa kecewa.

Di tengah kebingungannya, seorang dokter menyarankan agar ia mempertimbangkan teknologi pengobatan kanker modern di Tiongkok. Saran tersebut membawanya mengenal St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, rumah sakit yang dikenal dengan teknologi pengobatan kanker minimal invasif.
Noraini kemudian mempelajari berbagai informasi mengenai rumah sakit tersebut, termasuk akreditasi JCI (Joint Commission International) yang dimilikinya. Setelah merasa yakin, ia memutuskan untuk menjalani pengobatan di Guangzhou. "Saya datang dengan pikiran terbuka. Saya tahu saya harus menghadapi penyakit ini dengan keberanian."
Pengobatan Lanjutan dan Rekonstruksi Payudara
Ketika tiba di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou pada Februari 2019, kondisi Noraini telah berkembang menjadi kanker payudara stadium IIIB dengan penyebaran ke beberapa bagian tubuh.

Tim Multidisciplinary Team (MDT) kemudian menyusun rencana terapi yang dipersonalisasi berupa: Operasi pengangkatan payudara kanan secara menyeluruh (radikal) Rekonstruksi payudara secara langsung dalam operasi yang sama Selama operasi, dokter mengangkat seluruh jaringan kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat, kemudian langsung melakukan rekonstruksi untuk mengembalikan bentuk payudara.
Rekonstruksi Payudara: Mengembalikan Bentuk dan Kepercayaan Diri
Prinsip utama rekonstruksi payudara adalah mengutamakan keamanan pasien, kemudian mengembalikan bentuk payudara agar sedekat mungkin dengan kondisi alami. Setelah seluruh jaringan kanker diangkat, dokter memilih metode rekonstruksi yang paling sesuai dengan kondisi pasien, baik menggunakan implan maupun jaringan tubuh pasien sendiri. Pada kasus Noraini, tim bedah menggunakan jaringan lemak dari tubuhnya sendiri, sehingga tidak diperlukan implan silikon.
Noraini mengaku sangat terkesan dengan pendekatan tersebut. "Yang paling membuat saya kagum adalah rumah sakit ini dapat mengangkat kanker sekaligus melakukan rekonstruksi payudara dalam satu operasi. Dokter menggunakan jaringan lemak tubuh saya sendiri, tanpa silikon. Hasilnya terasa sangat alami."
Setelah operasi, tumor berhasil diangkat sepenuhnya dan bentuk payudaranya kembali seperti semula. Untuk memastikan hasil pengobatan semakin optimal, Noraini kemudian menjalani kombinasi terapi: Terapi Intervensi, Terapi Alami (Natural Therapy), Cryotherapy (Cryoablation). Pada Desember 2019, seluruh rangkaian pengobatan selesai dan ia kembali ke Malaysia.

"Setelah menjalani pengobatan, energi saya kembali seperti dulu. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Orang-orang yang mengenal saya sebelum dan sesudah pengobatan bisa melihat sendiri perubahan besar yang terjadi."
Kehidupan Baru Setelah Kanker
Sejak menyelesaikan pengobatan, Noraini disiplin mengikuti seluruh anjuran dokter, termasuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta menjalani pemeriksaan kontrol secara berkala. Hingga kini, tidak ditemukan tanda-tanda kekambuhan. Ia kembali menikmati hidup dengan penuh semangat—menonton film, bernyanyi karaoke, hingga bepergian ke berbagai negara. Pengalaman melawan kanker membuatnya semakin menghargai setiap momen dalam hidup.
Pada Januari 2024, Noraini kembali mengunjungi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Ia bertemu kembali dengan dokter dan tenaga medis yang pernah merawatnya. Suasana penuh kehangatan terasa ketika mereka saling berpelukan, berbincang, dan mengabadikan momen bersama. Para perawat bahkan hampir tidak mengenalinya. "Penampilan Anda sekarang luar biasa. Anda terlihat jauh lebih cantik dibandingkan saat pertama datang."


Direktur Breast Cancer Specialty Center, Dr. Dai Wenyan, turut mengungkapkan kebanggaannya. "Saat pertama kali datang, kondisi Noraini sangat berat. Keputusan berani yang ia ambil untuk menjalani rekonstruksi payudara memberikan hasil yang sangat membahagiakan bagi seluruh tim kami. Melihat beliau sehat dan bahagia adalah pencapaian terbesar bagi kami."
Rasa Syukur dan Misi Baru
Noraini menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh staf rumah sakit. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang—dokter, perawat, hingga petugas kebersihan. Semua bekerja dengan penuh dedikasi dan selalu membuat pasien merasa aman dan nyaman."
Kini, Noraini memiliki tujuan hidup baru. Ia aktif berbagi pengalaman dalam seminar, kegiatan edukasi kanker, program kesadaran masyarakat, hingga wawancara radio di Malaysia maupun Tiongkok. Melalui kisahnya, ia ingin memberikan harapan kepada pasien kanker lainnya bahwa mereka tidak sendirian.

Pesan Noraini untuk Pasien Kanker. Noraini percaya bahwa diagnosis kanker bukanlah akhir dari kehidupan. Ia mengajak setiap pasien untuk: Tetap berpikir positif. Memilih pengobatan yang berbasis bukti ilmiah. Mempercayai tim medis yang menangani. Dikelilingi oleh keluarga dan orang-orang yang memberikan dukungan. Tidak pernah kehilangan harapan. "Diagnosis kanker bukanlah akhir dari segalanya. Dengan pengobatan yang tepat, dukungan orang-orang tercinta, dan semangat untuk terus berjuang, kesembuhan dan kualitas hidup yang baik tetap dapat diraih."



