“Tetap kuat dan jangan menyerah pada rasa takut — pola pikir positif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan.”
Itulah pesan yang kini disampaikan Low Chew Long, seorang pria berusia 48 tahun asal Malaysia, kepada pasien kanker lainnya setelah melalui pengalamannya sendiri dalam melawan limfoma stadium IV.
Didiagnosis pada Maret 2016, Low memutuskan tiga bulan kemudian untuk melakukan perjalanan ke Tiongkok guna menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou (MCHG). Kini, tumornya telah menghilang sepenuhnya, dan ia kembali menjalani kehidupan yang aktif dan normal.
Benjolan yang Awalnya Mudah Diabaikan
Masalah ini bermula secara diam-diam pada Oktober 2015, ketika Low menyadari adanya benjolan kecil seukuran kacang di ketiak kirinya. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, ia awalnya tidak terlalu memperhatikannya.
Namun, dalam waktu satu bulan, benjolan tersebut tumbuh secara signifikan hingga berukuran kira-kira sebesar telur, dan pembengkakan serupa mulai muncul di dekat tulang selangkanya. Khawatir dengan perubahan yang terjadi begitu cepat, ia menjalani biopsi di rumah sakit setempat, yang mengonfirmasi diagnosis limfoma stadium IV.
Dokter menyarankan kemoterapi, tetapi Low merasa ragu karena khawatir terhadap efek samping berat yang terkait dengan pengobatan tersebut. Sebagai gantinya, ia memilih pengobatan tradisional Tiongkok sebagai pendekatan alternatif. Sayangnya, selama empat bulan berikutnya, kondisinya terus memburuk, dengan munculnya pembengkakan kelenjar getah bening tambahan di kedua ketiak dan sepanjang lehernya.
Menemukan Jalan yang Berbeda
Semakin merasa putus asa, Low menemukan informasi tentang MCHG melalui sebuah iklan di surat kabar. Ia memutuskan untuk menghadiri seminar kanker gratis yang diadakan di Kuala Lumpur, yang menyediakan konsultasi gratis bagi pasien yang ingin mengeksplorasi pilihan pengobatan mereka.
Setelah berbicara dengan para dokter rumah sakit dan mengetahui pendekatan pengobatan minimal invasif yang tersedia di MCHG, ia segera memesan penerbangan ke Tiongkok untuk mendapatkan perawatan di sana.

Pendekatan Medis yang Terkoordinasi
Setibanya di MCHG, Low secara resmi didiagnosis menderita Limfoma Hodgkin dengan keterlibatan invasi kelenjar getah bening. Kasusnya kemudian ditinjau oleh tim Multidisciplinary Team (MDT) rumah sakit, yaitu kelompok spesialis yang bekerja sama untuk merancang rencana pengobatan yang dipersonalisasi.
Setelah melalui evaluasi menyeluruh, tim merekomendasikan terapi intervensi sebagai pilihan pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi spesifiknya.
Pengalaman Menjalani Pengobatan
Low menggambarkan prosedur tersebut hanya menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman, disertai sensasi hangat yang terasa mengalir ke seluruh tubuhnya selama sesi berlangsung.
“Karena saya percaya pada tim medis dan rencana pengobatan yang diberikan, saya tidak merasa takut saat menjalaninya,” ungkapnya.
Hasil yang Terlihat dan Energi yang Kembali Pulih
Pengobatan tersebut memberikan hasil yang menggembirakan: ukuran tumor mengecil, dan Low tidak mengalami efek samping yang merugikan selama seluruh proses perawatan. Hal ini menjadi perbedaan yang sangat kontras dibandingkan dengan kondisi sebelumnya ketika ia mengalami kelemahan fisik.
- Ia kembali memperoleh kekuatan dan energi yang cukup untuk berjalan secara rutin di sekitar area rumah sakit
- Dokter yang merawatnya, Dr. Pang Anneng, menyampaikan bahwa pemeriksaan lanjutan secara rutin akan membantunya terus berkembang menuju pemulihan sepenuhnya
- Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa seperti menjadi orang yang benar-benar berbeda dibandingkan sebelum menjalani pengobatan.

Membandingkan Perjalanan, Memilih Optimisme
Low terkesan dengan betapa cepatnya ia melihat perubahan positif setelah memulai pengobatan. Ia sering teringat pada seorang teman di kampung halamannya yang juga berjuang melawan kanker, tetapi memilih jalur pengobatan yang berbeda di Malaysia.
Temannya tersebut, yang melemah akibat efek samping dari terapinya, kini harus menggunakan tongkat untuk berjalan — sebuah perbedaan kondisi yang membuat Low merasa benar-benar prihatin. Sementara itu, ia sendiri masih dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa keterbatasan fisik apa pun.
Menyebarkan Semangat Positif kepada Sesama Pasien
Dikenal dengan kepribadiannya yang ceria dan mudah bergaul, Low menjadi sosok yang secara informal memberikan semangat bagi pasien lain selama menjalani perawatan. Sikapnya tetap penuh harapan meskipun telah didiagnosis kanker, dan ia sering mengingatkan orang-orang di sekitarnya: “Jangan takut dan tetap kuat — sikap positif benar-benar dapat membantu meningkatkan hasil pengobatan.”
Selama menjalani perawatan di MCHG, ia membangun hubungan yang baik dengan para pasien maupun staf rumah sakit, dan dihargai oleh semua orang yang berinteraksi dengannya.
Dengan selera humornya yang khas, ia bahkan bercanda bahwa penyakit tersebut sama sekali tidak berhasil mengalahkannya — justru berat badannya bertambah sekitar 2 kilogram selama dirawat di rumah sakit.
Terus Membantu Lebih Banyak Pasien
Sejak didirikan, MCHG terus mengembangkan kemampuan terapi minimal invasifnya, membantu semakin banyak pasien kanker dalam perjalanan pengobatan mereka. Rumah sakit menyatakan bahwa upaya memperluas akses terhadap perawatan kanker yang efektif dengan metode yang lebih minim invasif ini masih terus berlanjut.




