Kanker Payudara

Kisah Venny: Menemukan Ketenangan Melalui Terapi Intervensi

Kisah Venny: Menemukan Ketenangan Melalui Terapi Intervensi

Kehidupan yang Terhenti Sejenak

Sebelum usia saya menginjak 54 tahun, hidup saya berjalan dengan tenang dan penuh berkah. Saya bertemu suami ketika kami masih muda — ia mengatakan bahwa itu adalah cinta pada pandangan pertama — dan tiga tahun kemudian kami menikah. Ia tidak pernah sekalipun lupa hari ulang tahun saya, bahkan setelah bertahun-tahun kami bersama. Kami membesarkan dua anak, seorang putra dan seorang putri, yang keduanya tumbuh menjadi pribadi yang menghormati orang lain dan pekerja keras, serta keduanya pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan. Jika melihat kembali perjalanan hidup saya, saya memiliki banyak alasan untuk merasa bahagia dan bersyukur.

Kemudian, pada Mei 2011, semuanya berubah. Saya menemukan dua benjolan, masing-masing berukuran sekitar 2,5 cm, pada kedua payudara saya. Pemeriksaan medis mengonfirmasi ketakutan terbesar saya: kanker payudaraDiagnosis tersebut membuat saya sangat takut — ibu saya sendiri telah meninggal karena penyakit yang sama, dan dalam pikiran saya, kanker payudara berarti hukuman mati. Suami saya memeluk saya dan mengingatkan bahwa ini hanyalah ujian dari Tuhan yang harus kami hadapi bersama.

Karena kanker ibu saya menyebar dengan cepat setelah menjalani operasi, saya terlalu takut untuk menjalani operasi pada diri saya sendiri. Sebagai gantinya, saya memilih pendekatan yang lebih konservatif terlebih dahulu, dikombinasikan dengan bentuk pengobatan kanker lainnya. Meski begitu, saya menolak membiarkan penyakit ini merenggut kebahagiaan saya. Selama menjalani pengobatan, saya tetap berdandan dan merayakan pernikahan putra saya — kanker tidak akan mengambil momen tersebut dari saya.

Ketika Badai Semakin Kuat

Pada Mei 2013, kondisi saya mulai berubah. Benjolan di payudara kanan saya menghilang dengan sendirinya, tetapi benjolan di sisi kiri justru tumbuh dengan cepat — berukuran sekitar 10 × 10 cm dan berbentuk seperti kubah berwarna ungu gelap. Sebuah pembengkakan kelenjar getah bening berukuran sekitar 2 × 3 cm juga muncul di bawah lengan kiri saya. Karena sangat ingin mendapatkan bantuan, saya bahkan mencoba pengobatan yang tidak biasa: menggunakan lebih dari sepuluh lintah untuk mengeluarkan darah dari tumor. Kedengarannya memang tidak menyenangkan, saya tahu, tetapi anehnya cara tersebut memberikan sedikit rasa nyaman bagi saya.

Pada saat itu, saya akhirnya menerima bahwa operasi diperlukan. Menginginkan pilihan yang paling aman, saya memutuskan untuk mencari pengobatan di luar negeri. Kebetulan, seorang teman dekat saya sudah dijadwalkan untuk melakukan kunjungan tindak lanjut di Modern Cancer Hospital Guangzhou, dan ia mengajak saya untuk datang bersamanya. Saya selalu percaya bahwa Tuhanlah yang membimbing saya ke sana. Pada 6 Mei 2015, hasil pemeriksaan menunjukkan kadar CEA sebesar 1129,14 ng/ml dan CA153 sebesar 53,1 U/ml.

Tim multidisiplin rumah sakit (MDT) merekomendasikan operasi yang dilanjutkan dengan terapi intervensi untuk menghilangkan sel kanker yang masih tersisa. Beberapa hari kemudian, dokter melakukan eksisi jaringan kanker pada payudara kiri saya. Setelah itu, saya mengetahui diagnosis saya: karsinoma duktal invasif pada payudara kiri, stadium IIIB — yaitu kanker stadium menengah.

Membangun Kembali Kehidupan Saya

Selama operasi, dokter mengangkat tumor beserta jaringan di sekitarnya yang telah terinvasi. Setelah itu, saya mulai menjalani terapi intervensi yang dikombinasikan dengan kemoterapi intravena dosis ringan. Perlahan, rambut saya mulai rontok hingga akhirnya tidak tersisa sama sekali. Mengetahui betapa saya menghargai penampilan, suami saya membelikan lima wig berbeda, yang menjadi teman saya selama hampir setengah tahun. Pada Desember 2013, pengobatan saya akhirnya selesai, dan tidak lama kemudian rambut saya tumbuh kembali dengan lebat hingga saya tidak lagi membutuhkan wig tersebut.

  • Didiagnosis dengan benjolan payudara bilateral pada Mei 2011
  • Tumor payudara kiri membesar hingga 10 × 10 cm dengan keterlibatan kelenjar getah bening aksila pada tahun 2013
  • Menjalani operasi pengangkatan tumor, dilanjutkan dengan terapi intervensi dan kemoterapi di Modern Cancer Hospital Guangzhou
  • Menyelesaikan pengobatan pada Desember 2013, dengan pertumbuhan rambut kembali tidak lama setelahnya
  • Pemeriksaan lanjutan pada Mei 2015 menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekambuhan

Tiga tahun kemudian, rambut saya telah tumbuh kembali dengan indah. Pada akhir Mei 2015, saya dan suami kembali untuk melakukan pemeriksaan, dan hasilnya menunjukkan bahwa kondisi saya stabil — tidak ada tanda-tanda kanker kembali. Sejak saat itu, saya telah menyambut dua cucu laki-laki ke dunia dan benar-benar memulai babak baru dalam kehidupan. Saya berusaha menjaga pola makan yang sehat dan seimbang serta mempertahankan kebiasaan berlari. Setiap hari Sabtu, saya meluangkan waktu untuk makan malam, berbincang, atau menonton film bersama teman-teman — kebahagiaan kecil yang kini tidak lagi saya anggap biasa.

Berbagi Harapan dengan Orang Lain

Saya percaya bahwa Tuhan telah melindungi dan membantu saya mengatasi penyakit ini, dan keyakinan tersebut membuat saya merasa terpanggil untuk berbagi pengalaman dengan orang lain yang sedang berjuang melawan kanker. Saya secara rutin menghadiri simposium kanker, di mana saya dengan terbuka menunjukkan bekas luka dan perubahan pada tubuh saya. Terkadang saya bahkan bercanda dengan perempuan lain tentang cara memasukkan prostesis ke dalam bra agar terlihat alami. Pada April 2015, saya merasa terhormat menerima penghargaan “Anticancer Star” dari Komite Akademik ASEAN untuk Terapi Minimal Invasif, sebagai pengakuan atas sikap optimis saya dan upaya saya dalam mendukung sesama pasien.

Kita harus tetap sabar dan optimis. Jangan menyerah, dan jangan lupa untuk berdoa. Kita melakukan bagian kita, dan Tuhan akan membantu kita melewati sisa perjalanan ini. Select 74 more words to run Humanizer.

Patient Profile

Nama
Venny Nyotowijoyo
Usia
54
Negara
Indonesia
Tipe
Kanker Payudara
Kondisi
Terdapat benjolan payudara bilateral berukuran 2,5 cm pada tahun 2011. Pada tahun 2013, benjolan di sisi kiri membesar hingga sekitar 10 × 10 cm disertai pembesaran kelenjar getah bening aksila kiri berukuran 2 × 3 cm.
PengobatanPengobatan
Operasi pengangkatan tumor payudara kiri + terapi intervensi + kemoterapi intravena dosis ringan.
Hasil
Pengobatan selesai pada Desember 2013. Pemeriksaan tindak lanjut pada Mei 2015 menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekambuhan. Pasien dianugerahi penghargaan "Anticancer Star" dari Komite Akademik ASEAN untuk Terapi Minimal Invasif pada April 2015.

Konsultasi Medis Gratis

Dapatkan Rencana Pengobatan yang Dipersonalisasi

Tim Multidisciplinary Team (MDT) kami akan meninjau kondisi Anda secara menyeluruh dan memberikan second opinion serta rekomendasi rencana pengobatan yang dipersonalisasi tanpa biaya.
Jadwalkan Konsultasi
Mulai Hari Ini

Siap Mulai Pengobatan Anda?

Koordinator pasien kami siap 24/7 meninjau diagnosis Anda, menjelaskan teknologi sesuai, dan mengatur konsultasi multidisiplin gratis.
Jadwalkan Konsultasi Gratis

Kisah Venny: Menemukan Ketenangan Melalui Terapi Intervensi

Introduction

Pengalaman Medis

Bidang Penelitian

Jadwalkan Konsultasi