Pasien Asal Vietnam Menemukan Harapan Melalui Penanganan Kanker Saluran Empedu Minimal Invasif
Diagnosis yang Tak Terduga
Dang Thi Len, seorang wanita berusia 48 tahun asal Vietnam, tidak pernah membayangkan bahwa keluhan kesehatan yang awalnya tampak biasa akan membawanya pada perjuangan melawan kanker saluran empeduPada awal tahun 2018, ia didiagnosis menderita tumor yang berada di saluran empedu di dalam hati. Dokter di rumah sakit setempat melakukan prosedur drainase saluran empedu untuk mengurangi penyumbatan, sehingga penyakit kuning (jaundice) yang dialaminya sempat membaik. Namun, setelah tindakan tersebut, tidak ada terapi lanjutan yang ditawarkan. Letak tumor yang berada di area yang sulit dijangkau membuat operasi memiliki risiko yang sangat tinggi. Karena itu, pembedahan tidak dianggap sebagai pilihan pengobatan yang memungkinkan baginya.
Memilih Berobat ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou
Tidak lama setelah didiagnosis, seorang teman keluarga memperkenalkan Dang dan keluarganya kepada Bui Nguyen Kiem, seorang spesialis kanker yang bertugas di kantor perwakilan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou di Hanoi. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendiskusikan kondisi Dang secara mendalam serta berbagai pilihan penanganan yang tersedia. Setelah mendengar pengalaman positif dari para pasien yang pernah menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut, Dang merasa bahwa ini adalah pilihan yang layak untuk dipertimbangkan dan memutuskan untuk melanjutkan pengobatan di sana.

Setelah itu, Dang menjalani konsultasi daring dengan Dr. Pang Xiaochi, seorang ahli onkologi di rumah sakit tersebut. Setelah meninjau rekam medisnya secara menyeluruh, Dr. Pang merekomendasikan rencana pengobatan yang berfokus pada terapi minimal invasif. terapi minimal invasifPenjelasan yang rinci dan evaluasi yang cermat memberikan harapan baru bagi Dang dan keluarganya. Setelah berdiskusi bersama, mereka pun memutuskan untuk melanjutkan pengobatan di Guangzhou.
Awal yang Berat, Dikuatkan oleh Dukungan Keluarga
Dang tiba di rumah sakit pada Februari 2018 dalam kondisi kesehatan yang sudah sangat menurun. Penyakit kuning (jaundice) menyebabkan kulitnya terasa gatal dan tidak nyaman, nyeri perut mengganggu waktu istirahatnya, sementara mual yang terus-menerus membuat nafsu makannya hampir hilang sepenuhnya.

Saat mengenang awal masa perawatannya, Dang menceritakan bahwa ia menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh, termasuk CT scan, pemeriksaan darah dan urine, serta elektrokardiogram (EKG). Tim medis menjelaskan bahwa mengatasi penyakit kuning (jaundice) merupakan langkah pertama yang harus dilakukan sebelum pengobatan kanker dapat dimulai. Sekitar dua minggu kemudian, Dang menjalani prosedur drainase saluran empedu disertai pemasangan stent. Hanya dalam beberapa hari, kondisinya mulai menunjukkan perbaikan yang nyata. Rasa gatal dan warna kuning pada kulitnya berangsur menghilang, nafsu makannya kembali, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia dapat tidur dengan nyenyak.
Ia kemudian menjalani terapi intervensi, yaitu prosedur minimal invasif yang memungkinkan obat antikanker dihantarkan langsung ke dalam tumor melalui arteri yang memasok aliran darah ke tumor tersebut. Tindakan ini hanya memerlukan anestesi lokal, menimbulkan trauma yang sangat minimal, dan umumnya selesai dalam waktu sekitar 30 menit. Setelah menjalani observasi selama satu hari di ICU, Dang diperbolehkan kembali ke ruang rawat inap. Ia sudah dapat berjalan dengan nyaman tanpa merasakan nyeri.
Rawat inap pertamanya bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek Vietnam. Selama menjalani perawatan, sang kakak perempuan dan kakak ipar setia mendampinginya, memberikan dukungan dan semangat yang memperkuat tekadnya untuk terus berjuang melawan penyakit.

Kemajuan yang Stabil Melalui Beberapa Siklus Pengobatan
Saat menjalani rawat inap untuk keenam kalinya, Dang mengaku kondisinya sudah jauh lebih baik dan tubuhnya terasa lebih kuat. Rencana pengobatannya menggabungkan beberapa metode, antara lain:
- Drainase saluran empedu dengan pemasangan stent
- Terapi intervensi (dilakukan dalam beberapa sesi)
- Krioterapi
- Implantasi partikel radioaktif (biji iodin-125)
- Terapi alami sebagai terapi pendukung
Setelah menjalani empat sesi terapi intervensi hingga masa rawat inap keduanya, Dang sudah mulai merasakan perbaikan yang signifikan. Tim medis kemudian memastikan bahwa tumor di saluran empedu intrahepatiknya telah hilang sepenuhnya, sementara lesi metastasis di hatinya juga mengalami penyusutan. Untuk mempertahankan hasil tersebut, Dang melanjutkan pengobatan dan kontrol secara berkala.
Pesan Harapan untuk Pasien Lain
Dang meyakini bahwa sebagian besar keberhasilannya dalam menjalani pengobatan tidak lepas dari perhatian dan dedikasi tim medis di rumah sakit. Menurutnya, para penerjemah, perawat, dan dokter selalu memberikan pendampingan dengan penuh kehangatan, kesabaran, dan kepedulian selama proses pengobatan. Berdasarkan pengalamannya, Dang ingin menyampaikan pesan kepada para pasien kanker lainnya: menemukan metode pengobatan yang tepat dapat memberikan perubahan yang sangat berarti. Diagnosis kanker bukanlah akhir dari harapan. Dengan penanganan yang sesuai, semangat untuk terus berjuang, dan dukungan dari orang-orang di sekitar, selalu ada peluang untuk memperoleh hasil yang lebih baik.




