Combined Knife Therapy untuk Pengobatan Kanker
Apa Itu Combined Knife?
Meskipun disebut Combined Knife, teknologi ini bukanlah pisau bedah seperti yang dibayangkan. Combined Knife merupakan sistem ablasi kriogenik (cryogenic ablation) yang menggabungkan teknologi dingin dan panas untuk menghancurkan jaringan tumor secara presisi. Melalui kombinasi pembekuan ekstrem dan pemanasan terkontrol, terapi ini mampu menghancurkan sel kanker secara efektif dengan kerusakan minimal pada jaringan sehat di sekitarnya. Karena bersifat minimal invasif, Combined Knife menjadi salah satu pilihan pengobatan modern bagi berbagai jenis kanker, terutama pada pasien yang tidak memungkinkan menjalani operasi konvensional.
Cara Kerja Combined Knife
Dengan panduan CT Scan atau USG secara real-time, sebuah probe ablasi berukuran sangat kecil—berdiameter sekitar 2 mm—dimasukkan melalui kulit langsung ke lokasi tumor. Probe ini bekerja menggunakan dua mekanisme sekaligus, yaitu: Cryoablation (pembekuan ekstrem) hingga suhu -196°C Thermal ablation (pemanasan tinggi) hingga suhu sekitar 80°C Perubahan suhu yang bergantian antara dingin ekstrem dan panas tinggi ini menghancurkan sel kanker secara efektif melalui siklus pembekuan dan pemanasan.
Selain menghancurkan sel kanker secara langsung, proses ini juga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam tumor, meningkatkan permeabilitas pembuluh darah, serta mempercepat terjadinya nekrosis iskemik—yaitu kematian jaringan akibat terputusnya suplai darah ke tumor.
Satu probe Combined Knife mampu menjangkau area terapi berdiameter sekitar 4,5–6 cm. Peralihan antara fase pembekuan dan pemanasan berlangsung dalam waktu sekitar 20 menit, sehingga area tumor yang cukup luas dapat ditangani dalam satu tindakan.

Siapa yang Cocok Menjalani Terapi Combined Knife?
Teknologi Combined Knife dapat digunakan untuk menangani lebih dari 80% jenis kanker padat, termasuk: Kanker hati, Kanker paru, Kanker pankreas, Kanker tiroid, Kanker prostat, Berbagai kanker padat primer maupun metastatik lainnya Terapi ini sangat bermanfaat bagi: Pasien lanjut usia. Pasien dengan kondisi fisik yang lemah. Pasien kanker stadium lanjut. Pasien yang tidak dapat menjalani operasi. Pasien yang tidak mendapatkan hasil optimal dari terapi sebelumnya.
Stadium Kanker yang Dapat Ditangani
- Kanker Stadium Awal: Untuk tumor berukuran kurang dari 2 cm, Combined Knife dapat menjadi alternatif pengganti operasi, terutama apabila kondisi kesehatan pasien atau lokasi tumor membuat operasi konvensional sulit dilakukan.
- Kanker Stadium Lanjut: Pada stadium lanjut, terapi ini dapat membantu: Mengecilkan ukuran tumor. Mengurangi tekanan atau gangguan yang ditimbulkan oleh tumor. Meningkatkan efektivitas terapi secara keseluruhan. Membantu memperbaiki kualitas hidup pasien.
Combined Knife vs. Operasi Konvensional
Keamanan
Memiliki tingkat keamanan yang tinggi dengan risiko tindakan yang lebih rendah.
Tingkat Kerusakan Jaringan
Combined Knife: Hanya meninggalkan luka sekitar 2 mm. Tidak merusak jaringan sehat di sekitarnya. Dapat diulang sesuai kebutuhan. Operasi Konvensional: Membutuhkan sayatan yang lebih besar. Menyebabkan trauma jaringan yang lebih luas. Risiko komplikasi lebih tinggi.
Karakteristik Pengobatan
Combined Knife: Memberikan hasil yang sebanding dengan operasi tanpa memerlukan pembedahan besar. Kombinasi suhu dingin ekstrem dan panas tinggi dalam waktu sekitar 20 menit memungkinkan penghancuran jaringan tumor secara menyeluruh. Operasi Konvensional: Tumor diangkat melalui pembedahan sehingga menimbulkan luka operasi yang lebih besar, dengan risiko infeksi dan komplikasi pascaoperasi yang lebih tinggi.
Contoh Keberhasilan Terapi Combined Knife
Pada salah satu kasus, seorang pasien berusia 81 tahun masih memiliki tumor meskipun telah menjalani lima siklus kemoterapi. Setelah mendapatkan terapi Combined Knife, tumor tersebut berhasil diatasi.

Delapan Keunggulan Combined Knife
1. Trauma Minimal, Pemulihan Lebih Cepat
Berbeda dengan operasi konvensional yang memerlukan sayatan besar, probe Combined Knife hanya berdiameter sekitar 2 mm. Prosedur ini menyebabkan perdarahan yang sangat minimal, tidak memerlukan jahitan, dan mempercepat proses pemulihan.
2. Efek Samping Lebih Ringan
Sebagai terapi ablasi fisik, Combined Knife menghancurkan sel kanker tanpa banyak memengaruhi jaringan sehat, sehingga efek sampingnya jauh lebih ringan dibandingkan operasi, radioterapi, maupun kemoterapi.
3. Dipandu Pencitraan Secara Real-Time
Seluruh prosedur dilakukan di bawah pemantauan pencitraan medis secara langsung, sehingga dokter dapat mengontrol dengan sangat presisi: kecepatan pembekuan dan pemanasan, durasi tindakan, ukuran dan bentuk ice ball (bola es) yang terbentuk selama cryoablation.
4. Efektivitas Klinis yang Tinggi
Tahap pembekuan menghancurkan jaringan tumor secara menyeluruh, sedangkan tahap pemanasan membantu mengurangi perdarahan di jalur masuk jarum sekaligus menurunkan risiko penyebaran sel kanker melalui jalur tusukan. Kombinasi kedua mekanisme tersebut membantu mengurangi gejala yang dialami pasien sekaligus berpotensi memperpanjang harapan hidup.
5. Dapat Digunakan pada Berbagai Kondisi
Combined Knife efektif digunakan untuk: tumor kecil maupun besar (termasuk yang berukuran lebih dari 5 cm), menghancurkan sisa tumor setelah operasi, pasien lanjut usia, pasien dengan kondisi fisik lemah, pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau terapi lainnya. Selain itu, teknologi ini merupakan salah satu terapi minimal invasif yang aman digunakan pada pasien yang memiliki alat pacu jantung (pacemaker).
6. Hanya Memerlukan Anestesi Lokal
Karena prosedur dilakukan dengan anestesi lokal, pasien tidak perlu menjalani anestesi umum beserta risiko yang menyertainya.
7. Dapat Dilakukan Berulang Kali
Terapi Combined Knife dapat diulang beberapa kali sesuai kebutuhan untuk meningkatkan hasil pengobatan tanpa merusak jaringan sehat.
8. Membantu Meningkatkan Kondisi Tubuh
Jaringan tumor yang tersisa setelah proses ablasi panas dan dingin dapat membantu merangsang sistem imun melalui regulasi antigen tumor. Respons imun ini mendukung tubuh dalam melawan sisa sel kanker sekaligus membantu meningkatkan kondisi fisik pasien secara keseluruhan.




