Teknologi Nanoknife
Apa Itu Nanoknife?
Nanoknife merupakan teknologi ablasi tumor canggih yang bekerja menggunakan prinsip Irreversible Electroporation (IRE). Selama prosedur, elektroda khusus menghantarkan pulsa listrik bertegangan tinggi langsung ke jaringan tumor, sehingga membentuk jutaan pori mikroskopis permanen pada membran sel kanker. Kerusakan ini mengganggu keseimbangan di dalam dan di luar sel, sehingga memicu kematian sel secara terprogram (apoptosis) tanpa merusak struktur penting di sekitarnya.
Pengakuan dan Penggunaan Klinis
Teknologi Nanoknife telah memperoleh persetujuan dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) serta sertifikasi CE dari Eropa. Saat ini, teknologi ini digunakan di lebih dari 100 pusat kanker terkemuka di berbagai negara, termasuk di Tiongkok. Penggunaannya secara klinis juga telah disetujui secara resmi oleh National Health Commission of China sejak Juni 2015.
Keunggulan Utama Terapi Nanoknife
1. Prosedur Cepat
Untuk menghancurkan tumor berukuran sekitar 3 cm, proses ablasi aktif biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit. Setiap pasangan elektroda menghasilkan pulsa listrik ultra-singkat selama sekitar 90 mikrodetik, sehingga proses penghantaran pulsa selesai dalam waktu kurang dari satu menit. Bahkan jika diperlukan 3–4 area ablasi, banyak pasien sudah dapat pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya.
2. Melindungi Pembuluh Darah, Saraf, dan Organ Penting
Salah satu keunggulan utama Nanoknife adalah kemampuannya menghancurkan sel kanker tanpa merusak struktur penting di sekitarnya, seperti: pembuluh darah, saluran empedu, saraf, ureter. Pada kanker hati, misalnya, arteri, vena, vena porta, dan saluran empedu tetap dapat dipertahankan setelah tindakan.
3. Bekerja Tanpa Panas (Non-Thermal)
Berbeda dengan metode ablasi konvensional yang menggunakan panas atau dingin untuk menghancurkan jaringan, Nanoknife bekerja menggunakan pulsa listrik sehingga hanya menghasilkan panas dalam jumlah yang sangat minimal. Metode ablasi berbasis panas dapat merusak protein dan DNA jaringan sehat di sekitarnya. Selain itu, apabila tumor berada di dekat pembuluh darah besar, aliran darah dapat membawa panas tersebut sehingga efektivitas terapi berkurang dan risiko kekambuhan meningkat. Nanoknife mengatasi keterbatasan tersebut karena tidak bergantung pada suhu untuk menghancurkan sel kanker.
4. Ablasi Menyeluruh dengan Batas yang Jelas
Apa pun ukuran, bentuk, maupun lokasi tumor, Nanoknife mampu melakukan ablasi secara menyeluruh. Setelah tindakan, batas antara jaringan yang telah diterapi dan jaringan sehat tampak jelas sehingga kemungkinan masih tersisanya sel kanker menjadi lebih kecil dan risiko kekambuhan dapat ditekan.
5. Pemulihan Fungsi Jaringan Lebih Cepat
Teknik ablasi berbasis panas menyebabkan nekrosis koagulatif, yaitu kematian seluruh struktur sel di area yang diterapi. Sebaliknya, Nanoknife memicu apoptosis (kematian sel terprogram). Sel kanker yang telah mati kemudian dibersihkan secara alami oleh sistem kekebalan tubuh melalui proses fagositosis, sehingga jaringan sehat lebih mudah beregenerasi dan kembali berfungsi secara normal.
6. Dipantau dengan Pencitraan Real-Time
Seluruh prosedur dapat dipantau menggunakan: USG CT Scan MRI Pencitraan ini membantu dokter menempatkan elektroda secara akurat sekaligus memantau area terapi secara langsung untuk memastikan prosedur berlangsung aman dan efektif.
7. Cocok untuk Kasus yang Kompleks
Metode ablasi konvensional sering kali tidak dapat digunakan apabila tumor berada sangat dekat dengan: pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, vena porta. Pada kanker prostat atau tumor di sekitar tulang belakang, metode konvensional juga memiliki risiko merusak saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan atau gangguan fungsi seksual. Karena Nanoknife mampu mempertahankan pembuluh darah dan saraf tetap utuh, teknologi ini menjadi pilihan yang sangat baik untuk kasus-kasus yang sulit ditangani dengan metode lain.
Jenis Kanker yang Dapat Ditangani
Terapi Nanoknife digunakan untuk berbagai jenis kanker padat, antara lain: Kanker pankreas Kanker hati Kanker paru Kanker ginjal Kanker prostat Berbagai jenis kanker padat lainnya Teknologi ini sangat efektif untuk tumor yang berada di dekat struktur penting seperti: porta hepatis, kantong empedu, saluran empedu, pankreas, ureter.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Prosedur dilakukan menggunakan anestesi umum disertai pemasangan selang napas (intubasi). Karena pulsa listrik bertegangan tinggi dapat menyebabkan kontraksi otot, pasien juga akan diberikan obat pelemas otot selama tindakan.
- Nanoknife tidak dianjurkan bagi pasien yang memiliki implan logam di dekat lokasi tumor, seperti stent, biji radioaktif (radioactive seeds), atau alat pacu jantung (pacemaker). Terapi ini juga tidak direkomendasikan bagi pasien dengan gangguan irama jantung (aritmia) atau yang baru saja mengalami serangan jantung (infark miokard).




