Kanker Hati

Lima Tahun Bebas Kanker, Kembali Menemukan Harapan Hidup

Lima Tahun Bebas Kanker, Kembali Menemukan Harapan Hidup

Bangkit Setelah Tiga Tahun Penuh Ketidakpastian

"Saya adalah pasien pertama dari Asia Tenggara yang datang berobat ke sini setelah pembatasan pandemi dicabut," ujar Mr. Xie dengan bangga. Pria asal Malaysia ini telah berjuang melawan kanker hati selama lebih dari lima tahun. Perjalanannya dipenuhi tantangan, ketidakpastian, dan perjuangan panjang, hingga akhirnya berhasil mendapatkan kembali harapan serta kualitas hidup yang lebih baik.

Perjalanan Mr. Xie bersama St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dimulai pada tahun 2019, saat kondisinya berada pada tahap yang sangat serius. Ia didiagnosis memiliki tumor berukuran sekitar 10 cm di kaki kirinya yang membuatnya kesulitan berjalan dan menjalani aktivitas sehari-hari. Dokter di Malaysia bahkan memperkirakan harapan hidupnya hanya sekitar tiga hingga enam bulan. Meski menghadapi prognosis yang berat, Mr. Xie memilih untuk tidak menyerah. Ia terus mencari berbagai pilihan pengobatan hingga akhirnya menemukan harapan melalui terapi minimal invasif di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.

Melalui rekomendasi teman, Mr. Xie mengetahui adanya teknologi pengobatan kanker minimal invasif di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelah mempelajari berbagai metode yang tersedia, termasuk Terapi Intervensi dan teknologi radiofrequency, ia semakin yakin dengan pilihan tersebut. Dengan penuh harapan, Mr. Xie pun memutuskan untuk berangkat ke Guangzhou, Tiongkok, guna menjalani pengobatan.

Perubahan Besar Berkat Terapi Minimal Invasif

Setelah tiba di rumah sakit, tim Multidisciplinary Team (MDT) menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi Mr. Xie. Ia menjalani kombinasi Terapi Intervensi, Cryotherapy, dan Microwave Ablation untuk mengendalikan tumor secara efektif dengan tindakan minimal invasif.

Tim MDT menerapkan kombinasi beberapa terapi yang saling melengkapi. Melalui Terapi Intervensi, obat antikanker dialirkan langsung ke pembuluh darah yang memasok tumor, sekaligus memutus aliran darahnya sehingga pertumbuhan sel kanker dapat dihentikan. Selanjutnya, Cryotherapy dan Microwave Ablation digunakan untuk menghancurkan jaringan tumor. Cryotherapy membunuh sel kanker melalui proses pembekuan dan pencairan, sedangkan Microwave Ablation menggunakan panas untuk menghancurkan sel kanker secara tepat sasaran. Kombinasi ketiga terapi ini membantu mengendalikan tumor secara efektif dengan kerusakan minimal pada jaringan sehat di sekitarnya.

Hasil pengobatan Mr. Xie melampaui harapan. Tumor berukuran sekitar 10 cm di kakinya terus mengecil hingga berhasil dikendalikan. Kondisi fisiknya membaik secara signifikan, rasa nyeri berkurang, dan kualitas hidupnya kembali meningkat. Pada akhir rangkaian pengobatan tahun 2019, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh jaringan tumor telah mengalami nekrosis (mati) tanpa tanda kekambuhan. Selain itu, kadar Alpha-Fetoprotein (AFP) juga kembali ke kisaran normal, menandakan respons pengobatan yang sangat baik.

Kabar baiknya, dokter menyatakan Mr. Xie tidak lagi memerlukan terapi aktif. Ia hanya perlu menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin secara berkala untuk memantau kondisinya. Beban besar akibat kanker yang selama ini ia hadapi pun akhirnya berhasil teratasi, sehingga ia dapat kembali menjalani hidup dengan lebih tenang dan penuh harapan.

Pandemi Menunda Kontrol, Gejala Kembali Muncul

Pandemi COVID-19 membuat Mr. Xie tidak dapat menjalani kontrol rutin ke Guangzhou selama hampir tiga tahun. Menjelang akhir tahun 2022, ia mulai merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya. Berat badannya meningkat hingga sekitar 60 kg dan sesekali muncul rasa tidak nyaman di area hati. Meski belum menjalani pemeriksaan, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dan memutuskan untuk kembali ke rumah sakit untuk evaluasi lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan di Malaysia kemudian mengonfirmasi kekhawatirannya: kanker telah kambuh. Namun, pembatasan perjalanan akibat pandemi membuatnya belum bisa segera kembali ke Guangzhou untuk melanjutkan pengobatan. Kondisi tersebut membuat Mr. Xie diliputi rasa cemas dan tidak berdaya.

Untungnya, pada Desember 2022, Tiongkok kembali membuka akses bagi pengunjung internasional. Mr. Xie segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengurus dokumen perjalanan, sementara kantor perwakilan rumah sakit di Malaysia membantu proses visa dan persiapan pengobatannya. Setelah tiga tahun tertunda, ia akhirnya dapat kembali ke Guangzhou untuk melanjutkan pengobatan.

Kembali ke Guangzhou, Melanjutkan Harapan

Mr. Xie kembali ke Guangzhou pada Januari 2023. Ia terkesan melihat rumah sakit yang kini tampil lebih modern dan nyaman setelah menjalani berbagai pembaruan. Namun, yang paling membuatnya tenang adalah bertemu kembali dengan tim dokter dan perawat yang pernah merawatnya. Kehadiran tenaga medis yang sama memberinya rasa percaya diri dan harapan untuk kembali menjalani pengobatan.

"Pandemi selama tiga tahun kini terasa hanya seperti angka," kenang Mr. Xie. "Melihat wajah-wajah yang saya kenal membuat waktu terasa tidak berarti." Setibanya di rumah sakit, Dr. Ma, Dr. Lin, serta tim perawat menyambut dan berbincang hangat dengannya. Bagi Mr. Xie, hubungan yang terjalin dengan para tenaga medis menjadi salah satu hal paling berharga selama menjalani pengobatan. Meski terpisah selama tiga tahun karena pandemi, ia tetap menjalin komunikasi dengan para dokter dan staf rumah sakit, sehingga ketika kembali, ia merasa seperti pulang ke tempat yang penuh perhatian dan harapan.

Saat menjalani pemeriksaan lanjutan pada Januari 2023, hasil PET Scan menunjukkan kanker telah menyebar ke beberapa bagian hati. Temuan ini menjelaskan penyebab kenaikan berat badan yang dialaminya sebelum kembali ke Guangzhou. Meski kondisi tersebut cukup serius, Mr. Xie tetap yakin dan percaya pada tim medis serta pengobatan yang dijalaninya.

Tim Multidisciplinary Team (MDT) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Mr. Xie dan menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Terapi yang diberikan merupakan kombinasi Terapi Embolisasi Intervensi, Microwave Ablation, Radiofrequency Ablation, dan Terapi Target untuk mengendalikan penyebaran kanker secara lebih efektif.

Kualitas Hidup Kembali Meningkat

Meski menghadapi kekambuhan kanker, Mr. Xie tetap optimis dan percaya pada tim medis serta teknologi pengobatan yang telah membantunya sebelumnya. Setelah menjalani dua siklus terapi, kondisinya membaik secara signifikan. Keluhan sesak napas di malam hari dan nyeri di area hati berkurang, kualitas tidurnya meningkat, dan kondisi fisik maupun mentalnya menjadi jauh lebih baik.

Mr. Xie mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Baginya, rumah sakit ini adalah "secercah cahaya di masa-masa paling gelap dalam hidup saya." Selama menjalani perawatan selama satu bulan, ia merasakan perhatian yang tulus dari tim medis maupun sesama pasien. Mereka sering mengobrol, makan bersama, dan saling memberikan semangat. Rumah sakit juga mengadakan berbagai kegiatan rekreasi, seperti mengunjungi Zhujiang New Town, Guangzhou Uprising Martyrs Cemetery, Patung Five Goats, dan kawasan wisata Shangxiajiu. Pengalaman-pengalaman tersebut membuat proses pengobatan terasa lebih hangat, menyenangkan, dan penuh harapan.

Saat musim semi tiba di Guangzhou, Mr. Xie merasakan semangat hidupnya kembali. "Meski pengobatan saya masih berlanjut, kondisi saya jauh lebih baik. Saya kembali menemukan harapan dan keindahan hidup," ujarnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah mendampinginya selama menjalani pengobatan. Perhatian dan kepedulian dari tim dokter, perawat, serta sesama pasien membuatnya kembali percaya bahwa dukungan dan kasih sayang memiliki peran besar dalam proses pemulihan.

Patient Profile

Nama
Mr. Xie
Usia
Negara
Malaysia
Tipe
Kanker Hati
Kondisi
Initial 10cm tumor in left leg (2019); recurrence with extensive liver metastasis (2023)
PengobatanPengobatan
Pengobatan Terapi Embolisasi Intervensi, Cryotherapy, Microwave Ablation, Radiofrequency Ablation, dan Terapi Target.
Hasil
Tumor berhasil mengalami remisi setelah pengobatan pada 2019. Setelah kambuh pada 2023, kondisi kembali berhasil dikendalikan, disertai perbaikan gejala dan peningkatan kualitas hidup.

Konsultasi Medis Gratis

Dapatkan Rencana Pengobatan yang Dipersonalisasi

Tim Multidisciplinary Team (MDT) kami akan meninjau kondisi Anda secara menyeluruh dan memberikan second opinion serta rekomendasi rencana pengobatan yang dipersonalisasi tanpa biaya.
Jadwalkan Konsultasi
Mulai Hari Ini

Siap Mulai Pengobatan Anda?

Koordinator pasien kami siap 24/7 meninjau diagnosis Anda, menjelaskan teknologi sesuai, dan mengatur konsultasi multidisiplin gratis.
Jadwalkan Konsultasi Gratis

Lima Tahun Bebas Kanker, Kembali Menemukan Harapan Hidup

Introduction

Pengalaman Medis

Bidang Penelitian

Jadwalkan Konsultasi