Kanker Paru-paru

Bagaimana Perawatan Minimal Invasif Mendapatkan Kepercayaan dari Pasien Kanker Hati

Bagaimana Perawatan Minimal Invasif Mendapatkan Kepercayaan dari Pasien Kanker Hati

ANH LUONG, 57 tahun, tinggal di Hanoi, Vietnam. Pada tahun 2011, pemeriksaan kesehatan rutin memberikan kabar yang tidak pernah ia duga: ia didiagnosis menderita kanker hati, dengan kadar penanda tumor (AFP) mencapai 6.000 ng/ml. Kejutan dari diagnosis tersebut membuatnya merasa seolah-olah telah menerima vonis kematian.

Ibunya, yang juga seorang dokter, bertanya langsung kepadanya apakah ia ingin menjalani pengobatan dengan pengobatan tradisional Tiongkok atau pengobatan Barat. Jawaban ANH LUONG sangat tegas: kanker harus segera ditangani, dan ia tidak ingin membuang waktu dengan pengobatan yang mungkin memungkinkan penyakit berkembang. Ia menginginkan rumah sakit yang dapat ia percaya untuk memberikan penanganan yang tepat.

Memilih St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Saat mencari berbagai pilihan pengobatan melalui internet, ANH LUONG menemukan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou (MCHG). Hal yang menarik perhatiannya adalah, selain pilihan standar seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi, rumah sakit tersebut menawarkan 18 jenis teknologi pengobatan minimal invasif.

Pada 30 Mei 2011, ia melakukan perjalanan ke Guangzhou bersama keluarganya. Dokter yang menangani, Dr. Lin Jing, melakukan pemeriksaan menyeluruh yang menunjukkan bahwa kadar AFP-nya kembali meningkat menjadi 6.572 ng/ml, dan hasil pencitraan menunjukkan adanya tumor di segmen paling bawah lobus kanan hati, disertai beberapa lesi sekunder di bagian hati lainnya. Mengingat kondisi penyakit yang cukup luas, tim medis memutuskan bahwa pengobatan komprehensif harus segera dimulai tanpa penundaan.

Pada 2 Juni 2011, ANH LUONG menjalani terapi intervensi. Prosedur berjalan lancar dan ia tidak mengalami ketidaknyamanan yang berarti setelahnya. Setelah menjalani perawatan pendukung selama kurang lebih satu bulan, ia dinyatakan dapat kembali ke rumahnya di Vietnam.

Menunda Perawatan Lanjutan

Dr. Lin Jing menyarankan agar ia kembali secara berkala untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan sesi terapi tambahan. Namun, karena harus mengelola pabriknya sendiri, ANH LUONG memiliki sedikit waktu luang dan memilih untuk tidak kembali ke Guangzhou. Sebagai gantinya, ia hanya menjalani pemeriksaan rutin di rumah sakit setempat tanpa menjalani terapi lanjutan.

Ternyata, keputusan tersebut membuahkan hasil, setidaknya untuk sementara waktu. Hasil pemeriksaannya menunjukkan bahwa tumor telah mengecil dan kehilangan aktivitasnya, yang pada dasarnya berubah menjadi jaringan tidak aktif. Merasa terdorong oleh hasil tersebut, ia kembali mencurahkan perhatiannya pada pekerjaannya. Ia juga terkesan dengan efektivitas satu kali terapi intervensi yang telah dijalaninya — tumor berhasil dibuat tidak aktif tanpa efek samping berkepanjangan, meskipun ia melewatkan seluruh jadwal tindak lanjut yang direkomendasikan. Select 32 more words to run Humanizer.

Kanker Kembali Lima Tahun Kemudian

Lima tahun kemudian, serangkaian pemeriksaan baru membawa kabar yang beragam. Tumor awal tetap tidak aktif, tetapi pertumbuhan baru muncul, menandakan bahwa kanker telah kambuh. ANH LUONG menyadari bahwa kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan keputusannya untuk tidak melanjutkan perawatan lanjutan yang sebelumnya direkomendasikan oleh Dr. Lin Jing. Alih-alih merasa putus asa, ia memilih untuk menghadapi kemunduran ini dengan tegar.

Pada Agustus 2016, dengan kepercayaan terhadap rumah sakit yang pernah membantunya sebelumnya, ANH LUONG merencanakan untuk kembali ke MCHG. Namun, ketika ia sedang bersiap berangkat ke Tiongkok, saudara laki-lakinya yang akan menemaninya sebagai pendamping tiba-tiba mengalami sakit perut. Rumah sakit setempat kemudian mendiagnosis sang saudara menderita kanker lambung. Kedua saudara tersebut memutuskan untuk menjalani pengobatan bersama di Guangzhou. Saudara perempuan mereka, yang menyadari bahwa riwayat kanker dalam keluarga dapat meningkatkan risiko pribadi, juga memilih untuk bergabung agar dapat mencari pilihan pencegahan.

Tiga Saudara, Tiga Jalur Pengobatan

Ketiga saudara tersebut bersama-sama datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Berdasarkan rekomendasi dari tim multidisiplin (MDT), ANH LUONG menjalani kombinasi terapi intervensi dan implantasi biji 125I, dan kondisinya kini dinyatakan stabil serta baik. Saudaranya menjalani operasi gastrektomi sebagai bagian dari rencana pengobatan yang lebih luas untuk kanker lambungnya, dengan hasil yang juga baik. Sementara itu, saudara perempuan mereka menjalani pendekatan terapi alami yang bertujuan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sebagai langkah pencegahan kanker.

Saat menghadapi kekambuhan kankernya sendiri sekaligus diagnosis baru yang dialami saudaranya pada waktu yang bersamaan, ANH LUONG — yang saat itu telah menjadi penyintas kanker hati selama lima tahun — tanpa ragu mengajak saudaranya untuk menjalani pengobatan di MCHG. Keputusan tersebut didasari oleh keyakinannya terhadap terapi minimal invasif.

Pesan Penyemangat

Merefleksikan pengalamannya, ANH LUONG menyampaikan keyakinannya terhadap rumah sakit:

“Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, terdapat 18 teknologi minimal invasif, tim medis profesional, serta hasil pengobatan dan layanan medis yang sangat baik. Saya percaya pada rumah sakit ini.”

Ia juga memberikan pesan penyemangat bagi pasien lain yang sedang menghadapi diagnosis kanker:

“Sangat penting untuk mendeteksi kanker sedini mungkin. Jangan panik ketika Anda terkena kanker. Semuanya akan baik-baik saja setelah Anda menemukan rumah sakit yang tepat dan terapi yang tepat.”

ANH LUONG dan saudara laki-lakinya terus menjalani proses pemulihan bersama, dan tim rumah sakit tetap berharap bahwa kedua saudara ini dapat sepenuhnya mengatasi kanker mereka di masa mendatang.

Patient Profile

Nama
ANH LUONG
Usia
57
Negara
Vietnam
Tipe
Kanker Hati
Kondisi
Kondisi stabil dan baik setelah menjalani pengobatan ulang akibat kekambuhan kanker.
PengobatanPengobatan
Terapi intervensi (2011); terapi intervensi + implantasi biji radioaktif 125I (2016, setelah kanker kambuh).
Hasil
Tumor awal mengalami nekrosis/tidak aktif setelah satu kali sesi terapi intervensi pada tahun 2011. Kanker kembali muncul 5 tahun kemudian dengan pertumbuhan tumor baru. Setelah menjalani pengobatan kedua pada tahun 2016, kondisi pasien dilaporkan stabil dan baik.

Konsultasi Medis Gratis

Dapatkan Rencana Pengobatan yang Dipersonalisasi

Tim Multidisciplinary Team (MDT) kami akan meninjau kondisi Anda secara menyeluruh dan memberikan second opinion serta rekomendasi rencana pengobatan yang dipersonalisasi tanpa biaya.
Jadwalkan Konsultasi
Mulai Hari Ini

Siap Mulai Pengobatan Anda?

Koordinator pasien kami siap 24/7 meninjau diagnosis Anda, menjelaskan teknologi sesuai, dan mengatur konsultasi multidisiplin gratis.
Jadwalkan Konsultasi Gratis

Bagaimana Perawatan Minimal Invasif Mendapatkan Kepercayaan dari Pasien Kanker Hati

Introduction

Pengalaman Medis

Bidang Penelitian

Jadwalkan Konsultasi