Kanker Nasofaring

Tujuh Tahun Bebas Kanker Setelah Kanker Nasofaring Kambuh

Tujuh Tahun Bebas Kanker Setelah Kanker Nasofaring Kambuh

Nama saya Sung Djan Tju, dan saya berasal dari Indonesia. Pada tahun 2009, ketika berusia 60 tahun, saya menyadari adanya benjolan di tenggorokan dengan ukuran kira-kira sebesar telur. Dokter di Indonesia melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa saya menderita kanker nasofaring. Saya segera menjalani operasi, berharap bahwa semuanya akan berakhir setelah itu.

Namun, kenyataannya tidak demikian. Hanya dua bulan setelah operasi, tumor tersebut kembali muncul, dan dokter di Indonesia mengatakan bahwa saya perlu menjalani operasi lagi. Saya merasa takut membayangkan harus melalui semuanya sekali lagi. Saat itulah saudara ipar saya turun tangan dan berkata dengan tegas, “Jangan operasi lagi. Ikut saya ke Guangzhou — banyak teman saya yang menderita kanker pergi ke sana. Saya mengenal seorang dokter bernama Lin Jing di Modern Cancer Hospital Guangzhou.” Saya mempercayainya, dan pada Juli 2009, saya berangkat ke Guangzhou.

Menghadapi Diagnosis Stadium Lanjut

Ketika dokter di Guangzhou menyelesaikan pemeriksaan saya, kabar yang saya terima lebih berat dari yang saya bayangkan: kanker telah berkembang, dengan tanda-tanda kekambuhan dan penyebaran. Untuk sementara waktu, saya tenggelam dalam rasa takut dan putus asa, tidak yakin apakah saya masih dapat melihat keluarga saya menua bersama saya.

Yang membuat saya bangkit kembali adalah dukungan terus-menerus dari putri saya, serta kesabaran dan keyakinan yang diberikan oleh tim medis rumah sakit. Saya seorang Katolik, dan saya mulai berdoa setiap hari, memohon kekuatan, bukan sebuah jaminan. Perlahan, saya berkata kepada diri sendiri, “Saya akan percaya kepada Tuhan dan membiarkan hasil akhirnya berjalan sesuai kehendak-Nya.” Perubahan pola pikir tersebut mengembalikan tekad saya, dan saya berkomitmen sepenuhnya untuk menjalani rencana pengobatan apa pun yang direkomendasikan oleh tim multidisiplin.

Pengobatan yang Mengubah Keadaan

Tim medis saya merancang pendekatan kombinasi yang berfokus pada metode minimal invasif. Saya menjalani dua rangkaian terapi intervensi, disertai dengan kemoterapi dan radioterapi yang diberikan secara bersamaan. Perlahan, kondisi saya mulai membaik, hingga akhirnya tumor menghilang sepenuhnya.

  • Dua rangkaian terapi intervensi berturut-turut
  • Kemoterapi dan radioterapi secara bersamaan
  • Selanjutnya, terapi ozon secara berkala untuk membantu mempertahankan pemulihan kondisi saya

Menjadi Pejuang Anti-Kanker

Pada Mei 2014, saya kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin dan kebetulan berada di sana saat berlangsung salah satu kegiatan perkumpulan pejuang anti-kanker. Acara ini bertujuan membantu pasien yang merasa kehilangan harapan agar dapat kembali menemukan semangatnya dan menjalani pengobatan dengan pandangan yang lebih kuat dan positif.

Melihat perjalanan panjang yang telah saya lalui, saya ikut bergabung sebagai salah satu pejuang. Saya meluangkan waktu berbicara dengan pasien lain, berbagi pengalaman tentang hal-hal yang telah membantu saya, serta mendengarkan perjuangan mereka. Saya mengatakan kepada mereka dengan jelas: kanker tidak lagi harus menjadi vonis kematian. Dengan kesabaran dan keyakinan dalam proses pengobatan, kanker adalah sebuah perjuangan yang dapat dimenangkan.

Apa Kata Dokter Saya Tentang Kasus Saya

Dokter yang menangani saya, Dr. Lin Jing, mengatakan bahwa kasus seperti saya masih terasa luar biasa baginya, meskipun sebelumnya ia juga pernah melihat hasil serupa di Modern Cancer Hospital Guangzhou. Ia sering mengingatkan bahwa diagnosis kanker tidak lagi selalu berarti hukuman mati — dengan standar medis saat ini, kanker dapat dikelola seperti kondisi kronis jangka panjang.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi kunci dalam pemulihan saya: mendapatkan pengobatan yang tepat dan sesuai pada waktu yang tepat, serta dukungan emosional yang konsisten dari keluarga dan staf rumah sakit. Hal tersebut membantu saya tetap tenang dan memiliki harapan selama menjalani proses pengobatan.

Kehidupan Saat Ini

Bisa bertahan melewati semua perjalanan ini membuat saya semakin menghargai waktu yang saya miliki. Saat ini, saya banyak menghabiskan waktu untuk bepergian bersama keluarga — saya sudah mengunjungi Malaysia, Bali, Kalimantan, dan beberapa tempat lainnya, dan saya tidak memiliki rencana untuk berhenti menjelajah. Bepergian membuat saya tetap merasa optimis dan benar-benar bahagia, seolah saya dapat kembali menjalani kehidupan normal, dan perasaan itu sangat berarti bagi saya.

Patient Profile

Nama
Sung Djan Tju
Usia
60
Negara
Indonesia
Tipe
Kanker Nasofaring
Kondisi
Bebas kanker selama 7 tahun berdasarkan pemeriksaan pada tahun 2016 — hasil CT menunjukkan tidak ada kekambuhan atau metastasis, dan tumor menghilang sepenuhnya.
PengobatanPengobatan
Dua rangkaian terapi intervensi; kemoterapi dan radioterapi secara bersamaan; terapi ozon berkelanjutan sebagai perawatan pemeliharaan.
Hasil
Tumor menghilang sepenuhnya, kelangsungan hidup selama tujuh tahun dikonfirmasi pada tahun 2016, dan tidak ditemukan adanya kekambuhan.

Konsultasi Medis Gratis

Dapatkan Rencana Pengobatan yang Dipersonalisasi

Tim Multidisciplinary Team (MDT) kami akan meninjau kondisi Anda secara menyeluruh dan memberikan second opinion serta rekomendasi rencana pengobatan yang dipersonalisasi tanpa biaya.
Jadwalkan Konsultasi
Mulai Hari Ini

Siap Mulai Pengobatan Anda?

Koordinator pasien kami siap 24/7 meninjau diagnosis Anda, menjelaskan teknologi sesuai, dan mengatur konsultasi multidisiplin gratis.
Jadwalkan Konsultasi Gratis

Tujuh Tahun Bebas Kanker Setelah Kanker Nasofaring Kambuh

Introduction

Pengalaman Medis

Bidang Penelitian

Jadwalkan Konsultasi