Tumor Pasien Kanker Paru Menyusut 90% Berkat Terapi Minimal Invasif
Diagnosis yang Tak Terduga
Nguyen Van Chuyen, seorang pria berusia 56 tahun asal Vietnam, tidak pernah menyangka bahwa pemeriksaan rutin akibat nyeri lambung akan mengubah jalan hidupnya. Saat menjalani serangkaian pemeriksaan untuk keluhan lambung pada Agustus 2018, dokter menemukan adanya massa yang tidak biasa di paru-parunya. Pemeriksaan biopsi lanjutan kemudian mengonfirmasi kekhawatiran tersebut: ia didiagnosis menderita kanker paru-paru.
Merasa sangat terpukul dengan diagnosis tersebut, Nguyen dan keluarganya berkonsultasi dengan dokter yang merawatnya. Dokter kemudian merekomendasikan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, sebuah rumah sakit yang telah memperoleh akreditasi Joint Commission International (JCI) dan dikenal berpengalaman dalam menangani kasus-kasus kanker yang kompleks. Meski diliputi rasa cemas, Nguyen memutuskan untuk mengikuti rekomendasi tersebut dan menjalani pengobatan di sana.
Mencari Harapan Melalui Pengobatan
Keluarga Nguyen kemudian menghubungi kantor perwakilan rumah sakit di Hanoi untuk memulai proses pengobatan. Dengan membawa seluruh rekam medis yang dimilikinya, Nguyen menjalani konsultasi jarak jauh dengan ahli onkologi, Dr. Wang Zenghai. Berdasarkan hasil evaluasi awal, dokter merekomendasikan rencana pengobatan yang mengombinasikan terapi intervensi dan krioterapi.

Tiba di Rumah Sakit dan Diagnosis Ditegakkan
Nguyen tiba di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou pada 25 Agustus 2018. Setelah menjalani rawat inap, dr. Wang Zenghai, yang kemudian menjadi dokter penanggung jawabnya, meminta serangkaian pemeriksaan menyeluruh, termasuk CT scan, biopsi jaringan, dan analisis mutasi EGFR.
Hasil pemeriksaan mengonfirmasi bahwa Nguyen menderita kanker paru stadium IIIA. CT scan menunjukkan adanya tumor berukuran 3,8 × 3,3 × 4,6 cm di lobus bawah paru kiri, disertai beberapa lokasi metastasis pada mediastinum (ruang di antara kedua paru-paru). Pemeriksaan darah juga menunjukkan kadar penanda tumor CEA meningkat hingga 12,49 ng/mL, yang mengindikasikan adanya aktivitas pertumbuhan sel kanker.
Strategi Pengobatan yang Terkoordinasi
Setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien, Tim Multidisiplin (Multidisciplinary Team/MDT) rumah sakit menyusun rencana pengobatan yang mengombinasikan terapi intervensi dengan terapi alami. Nguyen menjalani dua sesi terapi intervensi, yaitu prosedur minimal invasif di mana dokter memasukkan mikrokateter ke dalam arteri yang memasok darah ke tumor, sehingga obat antikanker dapat diberikan langsung ke jaringan kanker dengan konsentrasi tinggi.
Keunggulan pendekatan ini meliputi:
- Penghantaran obat secara langsung ke pembuluh darah yang menyuplai tumor
- Tidak memerlukan operasi terbuka
- Prosedur dengan rasa tidak nyaman yang minimal
- Masa pemulihan yang lebih cepat
Mengenang pengalaman saat menjalani sesi pertama terapi, Nguyen mengatakan bahwa ia tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung. Karena tindakan ini tidak memerlukan sayatan dan hampir tidak menimbulkan efek samping yang berarti, ia sudah dapat bangun dari tempat tidur dan beraktivitas ringan keesokan harinya.
Hasil yang Sangat Menggembirakan
Setelah menjalani terapi putaran ketiga, hasil CT scan lanjutan menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Penyebaran kanker (metastasis) di mediastinum telah menghilang sepenuhnya, sementara sekitar 90% tumor primer di paru-paru kiri telah mati. Selain itu, kadar penanda tumor CEA yang sebelumnya mencapai 12,49 ng/mL juga turun drastis menjadi 1,39 ng/mL, menunjukkan respons pengobatan yang sangat baik.

Keberhasilan ini membawa kebahagiaan besar bagi Nguyen dan keluarganya. Mereka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim medis di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou atas penanganan yang canggih serta keahlian yang telah memungkinkan tercapainya hasil yang menggembirakan ini.
Melanjutkan Perjalanan Pengobatan
Nguyen kembali menjalani putaran pengobatan keempat pada awal Maret 2019. Pada tahap ini, tim medis kembali mengombinasikan terapi intervensi dengan terapi alami untuk meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus membantu menjaga dan memperkuat fungsi sistem kekebalan tubuhnya.

Menemukan Kebersamaan Selama Masa Pengobatan
Di luar hasil pengobatan yang positif, Nguyen juga mengenang hangatnya kebersamaan yang ia rasakan selama menjalani perawatan. Menurutnya, banyak pasien asal Vietnam yang juga menjalani pengobatan di rumah sakit yang sama, sehingga kesamaan latar belakang membuatnya merasa lebih nyaman dan mengurangi beban emosional selama menghadapi penyakit. Pada waktu senggang, terutama di malam hari, para pasien sering berkumpul untuk berbincang, saling menyemangati, dan menghabiskan waktu bersama. Kebersamaan tersebut menjadi dukungan emosional yang membantu mereka menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang dan penuh harapan.
Ia menegaskan bahwa setiap pasien mendapatkan perhatian dan perawatan yang sama tanpa membeda-bedakan selama menjalani pengobatan. Sikap tenaga medis yang penuh kepedulian membuat proses perawatan terasa lebih nyaman meskipun ia menghadapi kondisi yang serius. Mengenang perjalanan pengobatannya, Nguyen mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang telah dicapainya. Ia juga berharap semakin banyak pasien kanker dapat memperoleh akses terhadap penanganan yang tepat waktu dan efektif, sehingga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjalani hidup yang lebih baik.



